Pages - Menu

Selasa, 09 Desember 2014

BELAJAR DARI SEBUAH KESALAHAN

 

     Hari ini adalah hari yang menegangkan bagiku dan teman-temaku , karena hari ini pengumuman kelulusan kami . rasanya begitu deg-degan dan menegangkan . sekitar jam 02.00 siang pengumuman kelulusan akan di umumkan , sekitar jam 01.00 aku dan empat orang sahabatku annis,iik,ubdi,zizah di temani orang tua kami masing-masing pergi ke sekolah lebih awal karna jarak tempuh rumah dan sekolah yang cukup jauh sekitar 1 jam dari rumah ke sekolah yang harus kami tempuh dengan jalan kaki. Jam dua tepat kami baru sampai ke sekolah , orang tua kami langsung bergabung dengan orang tua teman-teman kami yang lain begitupun dengan kami , kami bergabung dengan teman-teman yang lain yang lagi pada ngrumpii alias ngosip .

     “Heyy.. lagi pada ngrumpi apa serius temen ketone kuwe laghh” tanya udbi , maning si ko lagi deg-degan kaya kiye kowh kon ngrumpi ,miki jerene angkatane dewek ana sing ora lulus cah papat , lanange telu wadone siji tapi mbuh sapa kuwe ,,, jawab atik . masa jere sapa ko , paling anu mung nggo medeni-medeni dewek tok,, yah mbuh kwe ,eh tapi mbok temenan piwe yah ,, emang ko jere sapa tikk ,, tanya iik,, jere Pak Guru miki ,, jawab atikk ,,, owh Pak sapa ,, Pak Edy,, lah percaya temen Pak Edy senenge mbokk mung nglomboni dewek took hehehe ,, iyya si tapi yah aja kaya kuwe mbook ,, iya lagh .

       Heyy ,, batir-batir cepetan ming ngeneh , kertas pengumumane wis agi debagigna ,, iyya iyya , kami pun langsung menuju aula untuk mencari tau apakah kami lulus apa tidak .. sesampainya di depan aula  sekolah mataku terarah kepada ibuku ,, begitupun dengan teman – teman ku yang lain ,, tiba-tiba terdengar suara 1,,2,,3 aba-aba dari bapak guru untuk membuka isi amplop pengumuman ,, hati ku pun ber debar sangat kencangg ,, ku arahkan mata ku ke ibu ku ,, lulus kamu lulus , ucap ibuku seketika deg-degan yang ku rasa hilang , begitu pun dengan teman-teman ku yang lain . seketika air mata kebahagian kami dan orang tua mengalirr ,, apalagi mendengar bahwa gosip akan ada anak yang tidak lulus itu tidak benarr .. serentak kami lari ke lapangan sepak bola ,, serentak aku dan teman-temanku bersujud syukur atas kelulusan kami ,, walau nilai yang kami dapat tidak seperti yang kami harapkan tapi tah apa yang terpenting itu adalah harus upaya ku , tetapi ber beda dengan sahabatku annis nilainya begitu memuaskan ia bahkan tidak percaya itu nilainya karna di antara kami yang biasanya nilai nya slalu unggul zizah dan diantara kami belum pernah ada yang bisa menyainginya ,, tapi kali ini berbeda nilai zizah menurun sangat drastis bahkan lebih rendah dari aku , iik dan ubdi .

Kami menangis karna bahagia telah bisa lulus ,, berbeda dengan zizah ia menangis tak ada henti-henti nya mungkin karna penyesalan nilai nya yang turun begitu drastis , walau kami sudah berusaha untuk menghiburnya tapi ia tak juga berhenti dari tangisnya . setelah pengumuman kelulusan di umumkan kami dan orang tua kami masing-masing bergegas cepat pulang karna hari semakin sore .melihat zizah terus menangis orang tua kami pun berusaha untuk ikut menenangkannya dan menasihatinya supaya menerima hasil ujian walau itu tidak sesuai yang ia harapkan yang terpenting itu adalah usahanya sendiri jadi siapa lagi kalo bukan kita yang menghargai usaha kita sendiri ,, tapi usaha orang tua kami untuk menengkannya tidak membuahkan hasil , zizah tetap saja menangis apalagi melihat raut muka ibunya yang menandakan bahwa ia sangat kecewa atas hasil yang di peroleh zizah . ibunya pun tak mengatakan sekata pun untuk menenangkannya hati nya ,, “Kamu ini anak yang cerdas nilai-nilaimu selama ini bagus selalu unggul dari teman-teman kamu yang lain tapi kenapa di akhir ujian nilai kamu seperti orang yang tak terdidik tak berpendidikan apa karna hanya laki-laki karna pacaran nilai kamu jadi seperti ini, klo kamu ingin hanya pacaran udah bosan sekolah harusnya kamu bilang  dari awal ke ibu supaya ibu ngga cape-cape ngeluarin uang banyak-banyak untuk nyekolahin kamu toh hasilnya seperti ini ngga ada yang bisa ibu banggain yang ada bikin malu keluarga, ibu sangat kecewa sama kamu , kalo kamu ingin semaumu sendiri ngga mau di didik ibu lagi kamu ngga usah jadi anak ibu lagi ngga papa, ibu ngga rugi.” Ucap ibunya tiba-tiba kami pun kaget mendengar kata yang terucap dari ibu zizah . Kami hanya bisa terdiam mendengarkan kata-kata kekecewan beliau kepada zizah .
      Tapi menurut kami wajar zizah mendapat nilai seperti itu karena hari-hari sebelum ujian yang biasa kami gunakan untuk belajar ,dan lebih mendekatkan diri kepada yang maha kuasa ia gunakan untuk hal-hal yang negatif seperti sering tidur di kelas tidak malu berpacaran didalam kelas karna pacarnya satu kelas dengannya , dan lebih sering berkata bohong bahkan sering mengumbar auratnya padahal sebelumnya di antara kami berlima Cuma dia yang pemahamanya agamanya paling bahkan kami belajar pemahaman agama islam kepadanya karna memang dia dari keturunan orang yang ‘alim , tapi entah kenapa semenjak dia berpacaran kebiasaan baiknya menghilang begitu saja , kami pun sering mengingatkanya seperti dia dulu ketika kami melakukan kesalahan dia slalu mengingatkan kami supaya kembali ke jalan yang benar tapi setiap kali kami mengingatka dia slalu membatah yang nanggung dosa kan aku bukan kalian , klo ngga nanti langsung bertaubat kan bisa lagian aku masih muda ,setiap  mendengar kat-kata itu kami pun hanya bisa terdiam .. mungkin ini adalah peringatan sekaligus peringatan atas perbuatan yang slama ini ia perbuat itu menyelewang/salah yang tak mau mendengarkan nasihat orang tuanya padahal nasihat itu yang akan membuatnya sukses tapi ia malah mengabaikannya.

      Sampai di pertigaan jalan yang memutuskan arah jalan rumah aku,iik ubdidan anis dengan rumah zizah ibunya masih saja ngutarakan kekecewaan nya , dan kami pun tak bisa berbuat apa-apa selain mendoakan supaya ia kembali ke jalan yang benar.
setelah kejadian itu kami tak pernah mendengar berita tentang zizah lagi ....
tapi setelah beberapa bulan kemudian kami mendapat berita bahwa sekarang ia melanjutkan sekolah ke pondok pesantren dan kebiasaan buruknya yang dulu telah hilang nilai-nilainya pun sudah kembali seperti biasa yang tidak bisa di saingi oleh siapapun ... termasuk akuuuu.
                            

“ selesai “

Karya : Nur Setiyaningsih
               




         


1 komentar: