Pages - Menu

Sabtu, 06 Desember 2014

Keluarga Intan


            Intan adalah seorang Gadis yang  lahir dari Desa Banjaran yang mempunyai kakak laki laki dan adik perempuan . Intan berasal dari keluarga yang kaya . Ayah intan bekerja sebagai direktur di kantornya sendiri dan ibu intan bekerja sebagai sekertaris di bank . adik perempuan intan bernama lia , lia masih sekolah kelas 3 sekolah dasar . sedangkan kaka laki lakinya intan bernama bagas yang duduk di bangku kelas tiga SMA. intan sendiri baru duduk di bangku sekolah menengah pertama ( SMP ).

            Hari pertama masuk SMP yang Intan tunggu tunggu kini pagi ini telah datang . sebelum berangkat sekolah Intan membantu Ibunya menyapu dan mengepel lantai .” teng” waktu menunujukan jam setengah tujuh waktunya Intan berangkat sekolah. Intan berangkat sekolah dengan menaiki angkot . sesampai di depan sekolah Intan begitu gembira karena Intan kini akhirnya sudah SMP . di dalam kelas Intan berkenalan dengan seseorang “ hai namamu siapa ? oh aku al dila,, kalo kamu siapa ? aku Intan ,, kamu anak mana ? aku dari kedung menjangan . kalo kamu dari mana tan ? kalo aku dari Banjaran al. eh ada kaka pembina datang tan ayuh siap siap pake perlengkapan mos . intan : iya iya al ayuh pake. Intan dan al dila memakai perlengkapan mos yang topinya dari pot bunga di hias , kalung dari pete,bawang,brambang dan jengkol, gelang dari tali rafia yang di suir suir,tas dari karung dan mekai kaos kaki merah di kanan dan kuning di kiri. Al dila : aduuuuh jennt ilfil banget yah tan pake pake gini ? intan : lah ya gak papa ngapain malu orang kita gak mencuri koch,,ya udah ayuh kita jalan ke gor muter muter takut di marahi kaka pembina. Ya oke ayuh. Intan : aduuuuhh panas cape haus banget all ? al dila : iya koh tan. Intan : eh al liat dech cowo itu nyebeli banget yah so’ cakep sendiri , al dila : iya tan iiiihhhh gak banget gak ngaca dech . intan : ssssstttt jangan keras keras entar ada yang dengar kan gak boleh berisik  ntar di hukum kita . al dila : iya iya deh .. heh ..!!!  kalian berdua( kaka pembina menunjuk ke intan ) iya ada apa ka jawab intan dan al dila ( dengan rasa takut dan muka memerah ) . nama kamu siapa tanya kaka pembina, saya intan dan saya al dila, dengerin orang yang bicara di depan jangan ngmong sendiri tau tata krama tidak ? . Oke kalian berdua kaka hukum kalian maju kedepan joged  dengan gaya monyet disertai suara monyet cepatt !! dengan rasa malu malu banget intan dan al dila maju ke depan joged dengan gaya monyet dan menirukan suara monyet. Hahahaha semua anak anak  tertawa . tak lama kemudian akhrinya mos selesai betapa rasanya campur aduk yang di rasakan intan dan al dila.  


             Di dalam kafe bagas dan teman temannya sedang makan makan, saat sedang bercerita cerita dengan temannya  ia melihat ayahnya yang sedang bersama wanita cantik bergandengan . dan ia melihat ayah nya sedang bermesraan dengan wanita itu. Dengan rasa marah dan malu bagas hanya bisa diam karna dia tau dia sedang  bersama teman temanya . oh ini yang menyebabkan pertengkaran ayah dan ibu pikir bagas dalam hati.  Sesampai pulang dari kafe ia masuk kamar  menagis dan merenung . sembari berkata,,

             Ya alloh apa yang harus saya lakukan ayah dan ibu saya bertengkar terus ,,,,” bagas merasakan kebingungan”. Gara gara ibu yang selalu sibuk sendiri dengan pekerjaan dikantornya ayah menjadi selingkuh .padahal sesibuk apapun ayah ia selalu meluangkan waktunya bersama keluarganya , tidak seperti ibu.
Intan : kenapa ka ko’ kaka bagas nangis ?
Bagas : kaka tidak kenapa napa intan ,, udah sana kamu sudah makan?
Intan : sudah ka , de lia juga sudah makan , kaka sana makan?
Bagas : iya intan kaka sudah kenyang , oya bagaimana 3 hari menjalani mos ?
Intan : susah seneng ka
Bagas : ya memang begitula mos , itu adalah tantangan buat diri kita y sudah sana tidur sama de lia ,sudah malam
Intan : iya ka

              Intan masuk ke kamar dan tidur dengan adiknya lia yang kamarnya berada di tengah  antara kamar kakanya bagas dan orang tuanya. Jam menunjukan 11 malam intan tak bisa tidur tidur , ‘’ aku selingkuh karna kamu selalu sibuk sendiri dengan pekerjaanmu ‘’ oke kita cerai cepat pergi dari sini karna ini adalah rumah ku. Suara ribut orang tuanya terdengar oleh intan , intan keluar dari kamarnya dan langsung menggedor gedor pintu kamar ayah dan ibunya . tak lama kemudian ayah membuka pintu kamarnya , intan ko’ kamu belum tidur sudah malam sayang dengan nada lembut ayah menasehati inta. Ayah ibu apakah kalian tak berpikir kalian sudah tua dan mempunyai 3 orang anak ? ibu : intan mafkan ibu dan ayahmu ini kami mungkin kamu mendengar pertengkaran ibu dan ayah tadi sehingga kamu terbangun dari tidur indahmu. Ibu dan ayah memutuskan untuk berpisah .blaagg !!! terdengar bantingan suara pintu dengan keras. bagas pun masuk ke kamar orang tuanya karena telah mendengar suara ribut. Cukup ayah cukup ibu ,, kalian tak mengerti perasaan anak anak mu ini. Ibu kau selalu sibuk dengan pekejaanmu sehingga ayah selingkuh dengan wanita lain. Bagaimana nanti nasib anak anak mu ini ayah ibu ?? dengan nada memelas. Ayah menjawab : bagas maafkan ayah ayah sudah tak bisa lagi kau anak laki laki tolong jaga adik adikmu ini rumah ini buat kalian ayah akan menikah lagi. Ibu : y mafkan ibumu nak ?
 Jembreddd ,,!! Bagas memukul pintu dengan keras dan ia pergi meninggalakan rumah. Bagaass kau mau kemanaaaa ?? teriak ibunya. Kakaaaaa ,,,jangan pergii tangis teriak intan .

             Ayah berlari mengejar bagas akan tetapi bagas sudah terlanjur ngebut menaiki sepeda motornya. Ibu ayah kalian jahat !! . tangis intan yang begitu sedih.
Malam ini hujan turun dengan deras ,, bersama luka di hati dari orang tuanya. Luka yang harus dapat terobati  yang bagas harap takan pernah terjadi.
Dengan rasa bingung penuh emosi bagas berhenti dan berkumpul  di tempat tongkrongan dengan teman temanya. Kau kenapa gas ? tanya salah satu dari temannya sepertinya kau sedang emosi coba kau minum ini semua masalah pasti kan hilang. Mungkin dengan minuman keras ini luka dapat terobati.pikir bagas dalam hati atau dengan menggoreskan kaca di lengan ku ?? apapun ku lakukan ku ingin lupakan semua ini,tanpa berpikir panjang bagas menggenggam dan  meminum minuman keras ini. Akhirnya pun bagas mabuk di hari ini dan malam ini.  sesat hari mulai esok dan bagas sadar dari mabuk semalamnya dan ternyata luka ini malah semakin dalam yang dirasakan . buat apa memiliki rumah mewah kalo tak ada lagi yang mencintai dirinya dan adik adiknya nanti pikir bagas dalam hati yang penuh luka..bagas tak mau pulang ke rumahnya .

              Ayah dan ibu intan berpikir dan ia kini mulai mengerti apa yang di rasakan oleh anak anak nya . sesaat kemudian ibu intan meminta maaf kepada ayah , dan ayah pun memintaf ke ibu. Dan mereka kembali untuk hidup bersama lagi. Mendengar itu intan sangat senang dan meminta ayah dan ibu untuk mencari kakanya bagas untuk pulang ke rumah lagi hidup bahagia bersama.
                                         Sekian....



Karya : Diana Firdaus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar