Intan adalah
seorang Gadis yang lahir dari Desa Banjaran yang mempunyai
kakak laki laki dan adik perempuan . Intan berasal dari keluarga yang kaya . Ayah intan bekerja sebagai direktur di kantornya sendiri dan ibu intan bekerja
sebagai sekertaris di bank . adik perempuan intan bernama lia , lia masih
sekolah kelas 3 sekolah dasar . sedangkan kaka laki lakinya intan bernama bagas
yang duduk di bangku kelas tiga SMA. intan sendiri baru duduk di bangku sekolah
menengah pertama ( SMP ).
Hari pertama masuk SMP yang Intan tunggu tunggu kini pagi ini telah
datang . sebelum berangkat sekolah Intan membantu Ibunya menyapu dan mengepel
lantai .” teng” waktu menunujukan jam setengah tujuh waktunya Intan berangkat
sekolah. Intan berangkat sekolah dengan menaiki angkot . sesampai di depan
sekolah Intan begitu gembira karena Intan kini akhirnya sudah SMP . di dalam
kelas Intan berkenalan dengan seseorang “ hai namamu siapa ? oh aku al dila,,
kalo kamu siapa ? aku Intan ,, kamu anak mana ? aku dari kedung menjangan .
kalo kamu dari mana tan ? kalo aku dari Banjaran al. eh ada kaka pembina datang
tan ayuh siap siap pake perlengkapan mos . intan : iya iya al ayuh pake. Intan
dan al dila memakai perlengkapan mos yang topinya dari pot bunga di hias ,
kalung dari pete,bawang,brambang dan jengkol, gelang dari tali rafia yang di
suir suir,tas dari karung dan mekai kaos kaki merah di kanan dan kuning di
kiri. Al dila : aduuuuh jennt ilfil banget yah tan pake pake gini ? intan : lah
ya gak papa ngapain malu orang kita gak mencuri koch,,ya udah ayuh kita jalan
ke gor muter muter takut di marahi kaka pembina. Ya oke ayuh. Intan : aduuuuhh
panas cape haus banget all ? al dila : iya koh tan. Intan : eh al liat dech
cowo itu nyebeli banget yah so’ cakep sendiri , al dila : iya tan iiiihhhh gak
banget gak ngaca dech . intan : ssssstttt jangan keras keras entar ada yang
dengar kan gak boleh berisik ntar di hukum kita . al dila : iya iya deh
.. heh ..!!! kalian berdua( kaka pembina menunjuk ke intan ) iya ada apa
ka jawab intan dan al dila ( dengan rasa takut dan muka memerah ) . nama kamu
siapa tanya kaka pembina, saya intan dan saya al dila, dengerin orang yang
bicara di depan jangan ngmong sendiri tau tata krama tidak ? . Oke kalian
berdua kaka hukum kalian maju kedepan joged dengan gaya monyet disertai
suara monyet cepatt !! dengan rasa malu malu banget intan dan al dila maju ke
depan joged dengan gaya monyet dan menirukan suara monyet. Hahahaha semua anak
anak tertawa . tak lama kemudian akhrinya mos selesai betapa rasanya campur
aduk yang di rasakan intan dan al dila.
Di dalam kafe bagas dan teman temannya sedang makan makan,
saat sedang bercerita cerita dengan temannya ia melihat ayahnya yang
sedang bersama wanita cantik bergandengan . dan ia melihat ayah nya sedang
bermesraan dengan wanita itu. Dengan rasa marah dan malu bagas hanya bisa diam
karna dia tau dia sedang bersama teman temanya . oh ini yang menyebabkan
pertengkaran ayah dan ibu pikir bagas dalam hati. Sesampai pulang dari
kafe ia masuk kamar menagis dan merenung . sembari berkata,,
Ya
alloh apa yang harus saya lakukan ayah dan ibu saya bertengkar terus ,,,,”
bagas merasakan kebingungan”. Gara gara ibu yang selalu sibuk sendiri dengan
pekerjaan dikantornya ayah menjadi selingkuh .padahal sesibuk apapun ayah ia
selalu meluangkan waktunya bersama keluarganya , tidak seperti ibu.
Intan : kenapa
ka ko’ kaka bagas nangis ?
Bagas : kaka tidak
kenapa napa intan ,, udah sana kamu sudah makan?
Intan : sudah ka , de
lia juga sudah makan , kaka sana makan?
Bagas : iya intan kaka
sudah kenyang , oya bagaimana 3 hari menjalani mos ?
Intan : susah seneng
ka
Bagas : ya memang
begitula mos , itu adalah tantangan buat diri kita y sudah sana tidur sama de
lia ,sudah malam
Intan : iya ka
Intan masuk ke kamar
dan tidur dengan adiknya lia yang kamarnya berada di tengah antara kamar
kakanya bagas dan orang tuanya. Jam menunjukan 11 malam intan tak bisa tidur
tidur , ‘’ aku selingkuh karna kamu selalu sibuk sendiri dengan pekerjaanmu ‘’
oke kita cerai cepat pergi dari sini karna ini adalah rumah ku. Suara ribut
orang tuanya terdengar oleh intan , intan keluar dari kamarnya dan langsung
menggedor gedor pintu kamar ayah dan ibunya . tak lama kemudian ayah membuka
pintu kamarnya , intan ko’ kamu belum tidur sudah malam sayang dengan nada
lembut ayah menasehati inta. Ayah ibu apakah kalian tak berpikir kalian sudah
tua dan mempunyai 3 orang anak ? ibu : intan mafkan ibu dan ayahmu ini kami
mungkin kamu mendengar pertengkaran ibu dan ayah tadi sehingga kamu terbangun
dari tidur indahmu. Ibu dan ayah memutuskan untuk berpisah .blaagg !!!
terdengar bantingan suara pintu dengan keras. bagas pun masuk ke kamar orang
tuanya karena telah mendengar suara ribut. Cukup ayah cukup ibu ,, kalian tak
mengerti perasaan anak anak mu ini. Ibu kau selalu sibuk dengan pekejaanmu
sehingga ayah selingkuh dengan wanita lain. Bagaimana nanti nasib anak anak mu
ini ayah ibu ?? dengan nada memelas. Ayah menjawab : bagas maafkan ayah ayah
sudah tak bisa lagi kau anak laki laki tolong jaga adik adikmu ini rumah ini
buat kalian ayah akan menikah lagi. Ibu : y mafkan ibumu nak ?
Jembreddd ,,!!
Bagas memukul pintu dengan keras dan ia pergi meninggalakan rumah. Bagaass kau
mau kemanaaaa ?? teriak ibunya. Kakaaaaa ,,,jangan pergii tangis teriak intan .
Ayah berlari mengejar
bagas akan tetapi bagas sudah terlanjur ngebut menaiki sepeda motornya. Ibu
ayah kalian jahat !! . tangis intan yang begitu sedih.
Malam ini hujan turun
dengan deras ,, bersama luka di hati dari orang tuanya. Luka yang harus dapat
terobati yang bagas harap takan pernah terjadi.
Dengan rasa bingung
penuh emosi bagas berhenti dan berkumpul di tempat tongkrongan dengan
teman temanya. Kau kenapa gas ? tanya salah satu dari temannya sepertinya kau
sedang emosi coba kau minum ini semua masalah pasti kan hilang. Mungkin dengan
minuman keras ini luka dapat terobati.pikir bagas dalam hati atau dengan
menggoreskan kaca di lengan ku ?? apapun ku lakukan ku ingin lupakan semua
ini,tanpa berpikir panjang bagas menggenggam dan meminum minuman keras
ini. Akhirnya pun bagas mabuk di hari ini dan malam ini. sesat hari mulai
esok dan bagas sadar dari mabuk semalamnya dan ternyata luka ini malah semakin
dalam yang dirasakan . buat apa memiliki rumah mewah kalo tak ada lagi yang
mencintai dirinya dan adik adiknya nanti pikir bagas dalam hati yang penuh
luka..bagas tak mau pulang ke rumahnya .
Ayah dan ibu intan
berpikir dan ia kini mulai mengerti apa yang di rasakan oleh anak anak nya .
sesaat kemudian ibu intan meminta maaf kepada ayah , dan ayah pun memintaf ke
ibu. Dan mereka kembali untuk hidup bersama lagi. Mendengar itu intan sangat
senang dan meminta ayah dan ibu untuk mencari kakanya bagas untuk pulang ke
rumah lagi hidup bahagia bersama.
Sekian....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar