Uhuk,,,
uhuk,,, terdengar suara batuk dari dalam kamar. Hm, ternyata Khapsoh yang sedang
sakit ,
Malam
sabtu, sekitar ba’da isya semua teman-teman yang ada di Panti Asuhan Siti
Djamilah sedang belajar di ruang Aula. Khapsoh yang sedang sakit pun belajar
sama seperti yang lainnya, walaupun ia
sedang sakit, ia tidak menunjukan kepada teman-temannya kalo ia sedang sakit,
ia bersikap seperti biasanya walaupun terus-
menerus batuk dan pilek yang menghambat dirinya untuk belajar. Akhirnya Sang
Ibu pun melihat Khapsoh, ibu langsung
bertanya kepada Khapsoh,,,,,, ?
Ibu :
‘’De, kamu sakit,,,, ?”
Khapsoh pun menjawab pertanyaan ibunya denagan sangat lembut : “Ngga bu, ini batuk biasa, nanti juga sembuh
bu,,,,” J
Ibu yang sayang kepada Khapsoh langsung memegang jidad Khapsoh untuk
mengecek apakah Khapsoh bener-bener sakit atau tidak, setelah ibu memegang
jidad Khapsoh, Ibu bertanya lagi kepada Khapsoh,,,,,, ?
Ibu
: “de, kamu sakit, badanmu panas, kamu suda minum obat,,,, ?” L
Khapsoh : ”iya bu, sudah,,,,,?”
Ibu :
“de, besok ngga usah sekolah, nanti ibu bikinkan surat ijin ke sekolah,, ? ,,
sekarang kamu langsung istirahat,,,,”
Khapsoh :
“iya bu, trimakasih ya bu ,,,,?”
Setelah berbicara dengan ibu selesai, Khapsoh langsung ke kamar untuk
beristirahat,,,,
Belum lama Khapsoh berbaring dikasur, terlintas satu pikiran di
kepalanya,,,
“Sabtu sore ada acara Latihan Malam di PDM (Pusat Daerah Muhammadiyah)
untuk KE-ATLET-TAN TAPAK SUCI, karna DES CUP hnya tinggal menghitung hari ,,,,,
“jika besok aku nggak Sekolah, sudah pasti aku aku ngga bakalan di ijinin untuk
ikiut Latihan, karna Tugas Utamaku adalah belajar dan Sekolah, tapi jika aku
sekolah, Ibu sudah menyuruhku untuk istirahat,
Hm,,,,, gimana ini,,,, ?
Setelah lama ia berfikir, ia pun terlelap tidur,,,,
Allohu Akbar,,,,,, Allohu Akbar,,,,,
Terdengar suara Adzan, Khapsoh pun langsung bangun dan menambil air
wudlu,,,,,, kemudian semua anak-anak panti shalat shubuh secara berjama’ah.
Setelah shalat shubuh Khapsoh kembali ke kamar untuk beristirahat.
Jarum ajm menunjukan pukul 06.30. Panti pun sudah sepi, hanya tinggal
Khapsoh sendirian. " karna sunyinya suasana Khaosoh pun bangun dan masuk ke
akntor untuk menyalakan komputer, ia mendengarkan lagu dengan memikirkan untuk nanti sore (Latihan Tambahan Tapak Suci)
“Gimana ini, Ya Alloh, aku harys ikut
latian malam, tapi aku juga harus memikirkan kondisiku,,,,
Setelah ia lelah berfikir, ia pun kembali kamar untuk istirahat
(memulihkan kesehatan saya). Ia tertidur dengan pulas sampai Ibu dan Ayah datang,
ia baru terbangun saat Ibu masuk ke kamar untuk menengok keadaan
Khapsoh,,,,,,
Ibu : “Gimana keadaanmu, sudah
enakan,,,,,, ?”
Khapsoh : “Ahamdulillah bu, ini sudah
lebih enak dari pada kemarin?”
Tanpa pikir panjang Khapsoh langsung menanyakan tentang Latian Tambahan
Tapak Suci kepada Ibunya
Khapsoh : “Bu, Khapsoh mau ikut Latisn
Malam Tapak Suci di PDM,,,,,?”
Ibu : “Apa kamu kuat Nak, fikirkan
kondisimu,,,,?” Wajah sang ibu seketika panik dan khawatir.
Khapsoh : “kuat bu,,,?” dengan
semangatnya Khapsoh menjawab.
Ibu : “ok, jika kamu kuat, tapi jaga
kesehatanmu ya, jangan sampai kamu sakit lagi,,,,??
Khapsoh langsung menjawab : “iya Bu,,, ?
Ibu pun keluar dari kamar, setelah Ibu
keluar, Khapsoh langsung siap-siap untuk nanti malam menginap di PDM.
Setelah beres-beres Khapsoh tidur lagi untuk memulihkan kesehatannya.
Ketika jam 16.00 Khapsoh di bangunkan olah temannya untuk shalat Ashar. Khapsoh
pun langsung bangun dan segera mengambil air wudlu, kemudian Shalat Ashar .
Selesai Shalat Khapsoh bergegas untuk mandi, disaat ketika ia membuka pintu kamar mandi, terdengar suara motor dinyalakan , itu berarti Ayah dan Ibu akan pulang
kerumahnya.
Waktu sudah semakin sore, Khapsoh pun bergegas untuk berangkat, ketika ia mau
berangkat, ia teringat satu hal, ia belum pamit kepada Ayah dan Ibunya,
akhirnya tanpa pikir panjang, ia menulis surat untuk Ibu dan Ayahnya, yang
berisi ijin untuk ikut latian. Surat itu ditinggalkan dimeja kantor agar Ibu
dan Ayahnya dpt membacanya. Sesudah itu dengan senang dan semangatnyaia
berangkat. Sesampainya di PDM ia bertemu dengan teman-teman Tapak Suci, Sebelum
pembukaan Khapsoh kembali batuk, hingga ia harus minum banyak air., Setelah
pembukaan seluruh Anggota Tapak Suci Shalat Maghrib berjama’ah dan bertadarus.
Ba’da Isya Latian pun dimulai, mulai
dari pemanasan, fisik, aktif, sampai dengan sabung. Jam 23.30 kiranya Khapsoh
di sisabungkan dengan Aflah, ia memasuki kelas SMP Putri kelas D, sedangkan
Aflah kelas E. Mungkin karna bobot yang tidak berimbang, Khapsoh pun sulit
untuk menjatuhkan (membanting) lawan. Setelah selesai sabung semuanya di
perintah Kak Yudi (Pelatih Tapak Suci) untuk istirahat, sekiranya pukul 24.30
semua anggota Tapak Suci sudah tidur. Khapsoh pun beristirahat dengan Anak-anak
IPM di Pendopo.
Sekiranya jam 04.00 semua Anggota Tapak
Suci di bangunkan untuk Shalat, setelah shalat selesai, semuanya dikumpulkan
dilapangan untuk jalan pagi, ketika kumpul Khapsoh, ia diajak oleh Wahyu &
Isnaeni untuk menemani ke Kamar Mandi, sehingga ketika ,mereka keluar dari
kamar mandi, mereka sudah di tinggal temen-temnnya untuk jalan pagi. Wahyu
& Khapsoh pun menyusul, tetapi karna
sudah tertinggal jauh, mereka pun berputar kembali ke PDM (tidak melanjutkan
untuk menyusul). Ketika mereka sampai di PDM, disana hanya ada anak-anak IPM
yang akan melanjutkan perjalannya.
Khapsoh masuk pendopo untuk mengambil minum, ketika ia keluar Wahyu
& Isnaeni pun sudah tidak di luar. Sampai anak-anak yang jalan-jalan pulang
Wahyu & Isnaeni pun belum kelihatan. Ketika semua sudah kumpul dan akan
melekukan pemanasan, Wahyu & Isnaeni baru tampak, Khapsoh pun betanya
kepada Wahyu& Isnaeni.
Khapsoh : “Sekang ngendi pada, digeleti koh
? , malah aku di tinggal ??
Wahyu pun menjawab : “Uisan maem bubur
kiye,,,,,,, ?
Khapsoh : “Lha, seneng temen ,,,,?
Wahyu & Isnaeni menjawab
dengan kompaknya : “IYA DONG,,,,,?
Pemanasan pun dimulai,dan
dilanjutkan dengan Kombinasi Tehnik Tendangan T Belakang & T Depan. Setelah
itu, sekitar jam 07.00 semua dikumpulkan di lapangan untuk penutupan.
“Alhamdulillah latian pertama disini berjalan dengan lancar, dan
perkembangannya sangat bagus, untuk nanti tetep sepeti biasa latian jam 13.00.
jika yang tidak berangkat Kaka (Pelatih Tapak Suci) jatuhkan hukuman bahwa ia
LEMAH, jika ia berangkat Kaka Do’akan dia lah yang akan jadi JUARA besok.” Ujar
Ka Yudi (pelatih TapaK Suci).
Setelah itu, semuanya pulang, Khapsoh pun
pulang. Ketika sampai di Panti ia mengucap salam & berjabat tangan dengan Ayahnya. Tampak seperti kecewa atau marah sang Ayah melihat Khapsoh. Ia (Ayah)
hanya menengok ke arah Khapsoh ketika Khapsoh mencium tangan Ayahnya. Kemudian
ayah kembali menatap ke layar hp.
Dalam hatinya Khapsoh memikirkan sikap
Ayahnya tadi kepada Khapsoh. “Kenapa sikapnya begitu dingin< apa ayah marah
atau kecewa karna aku berangkat tanpa pamit, ataupun ayah sedang banyak pikiran
???” . Seketika itu Ibu pun datang menemui Khapsoh dan memberi nasehat ataupun
saran. “nak, tujuan kamu disini adalah belajar (WAJIB), Ekstrakulikuler itu
untuk tambahan (SUNNAH). Ketika nanti nilaimu turun, kurangi ekstramu... Kamu
tidak berangkat sekolah itu untuk istirahat, kok kamu malah ikut latian,” Ujar sang Ibu kepada Khapsoh.
Seketika itu, Khapsoh merenungkan
perbuatannya, ia juga berfikir. “Mungkin DES CUP besok adalah yang terakhir ia
dapat ikuti, karna batas taun lahir untuk POPDA untuk SMP sudah naik satu
tahun.” Ujar Khapsoh dalam relungan hatinya...
Setelah itu, Khapsoh dan selesai untuk
cerita (cerpen) tetang latian malam yang di lakukan Khapsoh........
“ Xie xie”
Karya : Dewi Setiowati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar