Pages - Menu

Minggu, 30 November 2014

Perjuangan Untuk Menjadi “SANG JUARA”


Uhuk,,, uhuk,,, terdengar suara batuk dari dalam kamar. Hm, ternyata Khapsoh yang sedang sakit ,

Malam sabtu, sekitar ba’da isya semua teman-teman yang ada di Panti Asuhan Siti Djamilah sedang belajar di ruang Aula. Khapsoh yang sedang sakit pun belajar sama seperti yang lainnya,  walaupun ia sedang sakit, ia tidak menunjukan kepada teman-temannya kalo ia sedang sakit, ia bersikap seperti biasanya walaupun terus-  menerus batuk dan pilek yang menghambat dirinya untuk belajar. Akhirnya Sang Ibu pun  melihat Khapsoh, ibu langsung bertanya kepada Khapsoh,,,,,, ?
Ibu : ‘’De, kamu sakit,,,, ?”

  Khapsoh pun menjawab pertanyaan ibunya denagan sangat lembut  : “Ngga bu, ini batuk biasa, nanti juga sembuh bu,,,,” J
  Ibu yang sayang kepada Khapsoh langsung memegang jidad Khapsoh untuk mengecek apakah Khapsoh bener-bener sakit atau tidak, setelah ibu memegang jidad Khapsoh, Ibu bertanya lagi kepada Khapsoh,,,,,, ?

            Ibu : “de, kamu sakit, badanmu panas, kamu suda minum obat,,,, ?” L
            Khapsoh : ”iya bu, sudah,,,,,?”
Ibu : “de, besok ngga usah sekolah, nanti ibu bikinkan surat ijin ke sekolah,, ? ,, sekarang kamu langsung istirahat,,,,”
Khapsoh : “iya bu, trimakasih ya bu ,,,,?” 
  Setelah berbicara dengan ibu selesai, Khapsoh langsung ke kamar untuk beristirahat,,,,
  Belum lama Khapsoh berbaring dikasur, terlintas satu pikiran di kepalanya,,,
   “Sabtu sore ada acara Latihan Malam di PDM (Pusat Daerah Muhammadiyah) untuk KE-ATLET-TAN TAPAK SUCI, karna DES CUP hnya tinggal menghitung hari ,,,,, “jika besok aku nggak Sekolah, sudah pasti aku aku ngga bakalan di ijinin untuk ikiut Latihan, karna Tugas Utamaku adalah belajar dan Sekolah, tapi jika aku sekolah, Ibu sudah menyuruhku untuk istirahat,
     Hm,,,,, gimana ini,,,, ?
  Setelah lama ia berfikir, ia pun terlelap tidur,,,,
    Allohu Akbar,,,,,, Allohu Akbar,,,,,

  Terdengar suara Adzan, Khapsoh pun langsung bangun dan menambil air wudlu,,,,,, kemudian semua anak-anak panti shalat shubuh secara berjama’ah. Setelah shalat shubuh Khapsoh kembali ke kamar untuk beristirahat. 
  Jarum ajm menunjukan pukul 06.30. Panti pun sudah sepi, hanya tinggal Khapsoh sendirian. " karna sunyinya suasana Khaosoh pun bangun dan masuk ke akntor untuk menyalakan komputer, ia mendengarkan lagu dengan memikirkan untuk nanti sore (Latihan Tambahan Tapak Suci)

       “Gimana ini, Ya Alloh, aku harys ikut latian malam, tapi aku juga harus memikirkan kondisiku,,,,
   Setelah ia lelah berfikir, ia pun kembali kamar untuk istirahat (memulihkan kesehatan saya). Ia tertidur dengan pulas sampai Ibu dan Ayah datang, ia baru terbangun saat Ibu masuk ke kamar untuk menengok keadaan Khapsoh,,,,,,
        Ibu : “Gimana keadaanmu, sudah enakan,,,,,, ?”
        Khapsoh : “Ahamdulillah bu, ini sudah lebih enak dari pada kemarin?”
   Tanpa pikir panjang Khapsoh langsung menanyakan tentang Latian Tambahan Tapak Suci kepada Ibunya
        Khapsoh : “Bu, Khapsoh mau ikut Latisn Malam Tapak Suci di PDM,,,,,?”
       Ibu : “Apa kamu kuat Nak, fikirkan kondisimu,,,,?” Wajah sang ibu seketika panik dan khawatir.
      Khapsoh : “kuat bu,,,?” dengan semangatnya Khapsoh menjawab.
      Ibu : “ok, jika kamu kuat, tapi jaga kesehatanmu ya, jangan sampai kamu sakit lagi,,,,??
 Khapsoh langsung menjawab  : “iya Bu,,, ?
    Ibu pun keluar dari kamar, setelah Ibu keluar, Khapsoh langsung siap-siap untuk nanti malam menginap di PDM.



   Setelah beres-beres Khapsoh tidur lagi untuk memulihkan kesehatannya. Ketika jam 16.00 Khapsoh di bangunkan olah temannya untuk shalat Ashar. Khapsoh pun langsung bangun dan segera mengambil air wudlu, kemudian Shalat Ashar . Selesai Shalat Khapsoh bergegas untuk mandi, disaat ketika ia membuka pintu kamar mandi, terdengar suara motor dinyalakan , itu berarti Ayah dan Ibu akan pulang kerumahnya.

     Waktu sudah semakin sore, Khapsoh pun  bergegas untuk berangkat, ketika ia mau berangkat, ia teringat satu hal, ia belum pamit kepada Ayah dan Ibunya, akhirnya tanpa pikir panjang, ia menulis surat untuk Ibu dan Ayahnya, yang berisi ijin untuk ikut latian. Surat itu ditinggalkan dimeja kantor agar Ibu dan Ayahnya dpt membacanya. Sesudah itu dengan senang dan semangatnyaia berangkat. Sesampainya di PDM ia bertemu dengan teman-teman Tapak Suci, Sebelum pembukaan Khapsoh kembali batuk, hingga ia harus minum banyak air., Setelah pembukaan seluruh Anggota Tapak Suci Shalat Maghrib berjama’ah dan bertadarus.

       Ba’da Isya Latian pun dimulai, mulai dari pemanasan, fisik, aktif, sampai dengan sabung. Jam 23.30 kiranya Khapsoh di sisabungkan dengan Aflah, ia memasuki kelas SMP Putri kelas D, sedangkan Aflah kelas E. Mungkin karna bobot yang tidak berimbang, Khapsoh pun sulit untuk menjatuhkan (membanting) lawan. Setelah selesai sabung semuanya di perintah Kak Yudi (Pelatih Tapak Suci) untuk istirahat, sekiranya pukul 24.30 semua anggota Tapak Suci sudah tidur. Khapsoh pun beristirahat dengan Anak-anak IPM di Pendopo.

       Sekiranya jam 04.00 semua Anggota Tapak Suci di bangunkan untuk Shalat, setelah shalat selesai, semuanya dikumpulkan dilapangan untuk jalan pagi, ketika kumpul Khapsoh, ia diajak oleh Wahyu & Isnaeni untuk menemani ke Kamar Mandi, sehingga ketika ,mereka keluar dari kamar mandi, mereka sudah di tinggal temen-temnnya untuk jalan pagi. Wahyu &  Khapsoh pun menyusul, tetapi karna sudah tertinggal jauh, mereka pun berputar kembali ke PDM (tidak melanjutkan untuk menyusul). Ketika mereka sampai di PDM, disana hanya ada anak-anak IPM yang akan melanjutkan perjalannya.

    Khapsoh masuk pendopo untuk mengambil minum, ketika ia keluar Wahyu & Isnaeni pun sudah tidak di luar. Sampai anak-anak yang jalan-jalan pulang Wahyu & Isnaeni pun belum kelihatan. Ketika semua sudah kumpul dan akan melekukan pemanasan, Wahyu & Isnaeni baru tampak, Khapsoh pun betanya kepada Wahyu& Isnaeni.

    Khapsoh : “Sekang ngendi pada, digeleti koh ? , malah aku di tinggal ??
    Wahyu pun menjawab : “Uisan maem bubur kiye,,,,,,, ?
     Khapsoh : “Lha, seneng temen ,,,,?
     Wahyu & Isnaeni menjawab dengan kompaknya : “IYA DONG,,,,,? 

     Pemanasan pun dimulai,dan dilanjutkan dengan Kombinasi Tehnik Tendangan T Belakang & T Depan. Setelah itu, sekitar jam 07.00 semua dikumpulkan di lapangan untuk penutupan. “Alhamdulillah latian pertama disini berjalan dengan lancar, dan perkembangannya sangat bagus, untuk nanti tetep sepeti biasa latian jam 13.00. jika yang tidak berangkat Kaka (Pelatih Tapak Suci) jatuhkan hukuman bahwa ia LEMAH, jika ia berangkat Kaka Do’akan dia lah yang akan jadi JUARA besok.” Ujar Ka Yudi (pelatih TapaK Suci).

     Setelah itu, semuanya pulang, Khapsoh pun pulang. Ketika sampai di Panti ia mengucap salam & berjabat tangan dengan Ayahnya. Tampak seperti kecewa atau marah sang Ayah melihat Khapsoh. Ia (Ayah) hanya menengok ke arah Khapsoh ketika Khapsoh mencium tangan Ayahnya. Kemudian ayah kembali menatap ke layar hp.

     Dalam hatinya Khapsoh memikirkan sikap Ayahnya tadi kepada Khapsoh. “Kenapa sikapnya begitu dingin< apa ayah marah atau kecewa karna aku berangkat tanpa pamit, ataupun ayah sedang banyak pikiran ???” . Seketika itu Ibu pun datang menemui Khapsoh dan memberi nasehat ataupun saran. “nak, tujuan kamu disini adalah belajar (WAJIB), Ekstrakulikuler itu untuk tambahan (SUNNAH). Ketika nanti nilaimu turun, kurangi ekstramu... Kamu tidak berangkat sekolah itu untuk istirahat, kok kamu malah ikut latian,”  Ujar sang Ibu kepada Khapsoh.

    Seketika itu, Khapsoh merenungkan perbuatannya, ia juga berfikir. “Mungkin DES CUP besok adalah yang terakhir ia dapat ikuti, karna batas taun lahir untuk POPDA untuk SMP sudah naik satu tahun.” Ujar Khapsoh dalam relungan hatinya...

    Setelah itu, Khapsoh dan selesai untuk cerita (cerpen) tetang latian malam yang di lakukan Khapsoh........


                             “   Xie xie”

Karya : Dewi Setiowati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar