Pada hari jum’at yang cerah dan
sejuk ada anak yang bernama pongah dan ponggir . Dia anak yang sangat mirip dan
tidak ada perbedaanya tetapi ada 1 hal yang bisa membuat orang-orang mengenal
mereka yaitu giginya yang ompong di tengah dan di pingir maka dari itu Dia di
beri nama pongah dan ponggir ,, Dua anak kembar tersebut kurang mampu dalam hal
berfikir dan mempunyai penyakit (pikunan). Bapak dan Ibu mereka bernama paijo
dan parti. Bisa di bilang keluarga yang kurang mampu pongah dan ponggir
berangkat sekolah disaat pagi hari , saat pongah dan ponggir berpamitan dengan
dengan orang tuanya di ruang tamu” Pak bu
saya berangkat sekolah dulu “ Suara mereka berdua Ibunya menjawab “ ya ati-ati di jalan nak dan jangan gaduh di
jalan “ sambil membuat kopi untuk bapak , bapak menyambung pembicaraan ibu
sambil membaca koran “ dan jangan lupa
semua perlengkapan sekolah di bawa.
Baru saja diingatkan oleh
kedua orang tuanya ternyata pongah dan ponggir melupakan sesuatu , ibu menuju ke ruang tamu sambil membawa
kopi dan matanya langsung menuju ke bawah “ YA
ALLAH nak kamu lupa mengenakan celana sekolah (pongah) ponggir kamu mengenakan
sepatu bapak nak “ sambil menuju ke arah pintu yang ada anak kembar
tersebut sedang berjalan keluar “ eheh
iya bu “ pongah berlari ke kamar sambil menutupi Itunya. Dan ibu
mengambilkan sepatu ponggir akhirnya mereka berdua berangkat sekolah bersama.
Pada hari sabtu mereka
berdua sangat bersemangat untuk bersekolah mereka yakin tidak ada yang lupa
lagi untuk saat ini “ Nggir nanti kita
pulang bersama ya q pengen beli es di warung korep “ ponggir menata buku
yang akan di bawa sekolah “ ya q beliin
sekalian ya “ menatap muka ponggah yang tidak iklas itu. Walau mereka
diberi uang saku yang tidak banyak separti anak-anak lainnya tapi mereka tetap
memaklumi dengan keadaan kedua orang tuanya tersebut , pongah dan ponggir
berpamitan kepada ibu dan bapaknya “ Pak
bu lihat kami tidak ada yang di lupakan kan ?? “ ponggir sombong sambil
memperlihatkan tampilan mereka ibu dan bapak tersenyum melihat tingkah laku
anak-anaknya walau kadang sangat susah
setiap apapun harus di ingatkan.
Pada saat pongah dan ponggir
di depan gerbang sekolah mereka berjalan santainya merasa meraka berjalan tidak
punya beban 1 pun. Saat menuju ke kelas ponngir melihat cewe manis berambut
panjang dan lurus di dekat mading yang bernama minah “wah .. manisnya ??” sambil menggigit jari , tidak sadar akhirnya
ponggir menabrak tong sampah sampai tersungkur “Hahaha... makanya mata tuh di pake buat liat jalan ,, ya akibatnya kaya
gitu tuh “ ninul cengingisan geli bersama minah dan teman-teman. Pongah
mendekati ponggir dan mengajaknya masuk ke kelas. Bel pulang sekolah berbunyi”kring-kring” suara anak-anak sekolah dengan rasa senangnya.
Bukannya ponggir menunggu pongah untuk menemani pongah membeli es , Dia malah
menghampiri Minah di dekat gerbang untuk mengajaknya pulang bersamanya “Hay .. pulang bareng yuk” sambil menggaruk-garuk
kepala karena grogi “emm ,, ayok
kebetulan hari ini aku gak di jemput “ .Sedangkan pongah duduk di depan
kelas sambil menoleh ke kana ke kiri mencari adiknya “ponggir kemana katanya mau nemenin aku di warung korep?? “. Jam dinding menunjukan pukul 15.30 pongah
masih duduk di depan kelas. Ponggir akhirnya pulang bersama Minah dan melupakan
abangnya di sekolah.
Ponggir mengantar Minah
sampai depan rumah “makasih ya gir kamu
dah ngantar aku sampai sini “ senyuman manisnya membuat ponggir melongo dan
tidak mengucap kata-kata apapun sampai-sampai Dia tersenyum di sepanjang jalan
menuju rumahnya seperti orang gila.”assalamu’alaikum”
ponggir masih tersenyum bahagia karena bahagia mengantar Minah pulang “Nak abang mu kemana biasanya pulang bareng
?? “ . Ponggir langsung tersentak diam pada awalnya raut wajahnya sangat
senang dan sekarang jadi bingung”ya ampun
bu kayaknya abang masih di sekolah aku lupa untuk menemaninya pergi ke warung “
sambil jungkat-jungkit cemas “ibu kan
udah bilang klo ada apa-apa gimana?? “ ponggir langsung lari keluar rumah
untuk menjemput abangnya yang masih di sekolah , keringat bercucuran di jidat
ponggir.Setelah sampai di depan gerbang sekolah ternyata sudah terkunci oleh
gembok . Tampa pikir panjang ponggir langsung meloncat ke atas untuk masuk ke
dalam , “Abang-abang, kamu dimana “ponggir
merasa cemas sambil mencincing-cincing celananya yang belum sempat ganti.
Pongah menepuk pundaknya dan langsung menundukan kepala ponggir ke bawah
ponggir langsung ketakutan bukan main “Pak-pak
maaf aku belum sempat ijin masuk ke sini “kaki Ponggir gemeteran “Kamu harus di hukum karena meninggalkan
saudaramu”pongah bersuara lantang seperti bapak satpam “maaf pak tadi saya terburu-buru”. Pongah
tertawa gemlagak karena adiknya ketakutan sampai mengompol .Ponggir langsung
kaget dan berdiri merangkul abangnya “dasar
abang bikin jantung guwe copot “ponggir tersenyum malu .Akhirnya mereka
berdua pulang bersama dan selalu bersama .
THE END J J
Karya : Ajeng Praniti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar